weather

booked.net

Selasa, 12 November 2019

Makalah Blood Circulation


BAB I
PENDAHULUAN
1.    LATAR BELAKANG
Sebagian besar sel dalam tubuh manusia tidak bersentuhan langsung dengan lingkungan luar, jadi andalkan pada sistem peredaran darah untuk bertindak sebagai layanan transportasi untuk mereka. Dua cairan bergerak melalui sistem peredaran darah : darah dan getah bening . Darah, jantung, dan pembuluh darah membentuk Sistem Kardiovaskular . Getah bening, kelenjar getah bening dan pembuluh getah bening membentuk limfatik Sistem . Sistem Kardiovaskular dan Sistem Limfatik secara kolektif membentu.
Darah memang bukan sembarang cairan biasa. Cairan yang identik dengan warna merah ini mempunyai peranan yang luar biasa bagi tubuh. Beredarnya darah dalam tubuh tidak dapat terlepas dari alat-alat sirkulasi.  Anemia merupakan salah satu jenis penyakit yang banyak dijumpai di masyarakat. Orang awam lebih mengenal anemia dengan penyakit kurang darah. Anemia ditandai dengan badan lesu, mata berkunang-kunang, dan kepala pusing sehingga menyebabkan aktivitas menurun. Jika gejala seperti ini Anda alami, segera periksakan ke dokter. Anemia atau kurang darah jangan Anda sepelekan, karena darah merupakan komponen penting dalam tubuh Anda. Itulah salah satu jenis penyakit yang dapat terjadi pada system peredaran darah. Pada Makalah ini, kita akan mempelajari tentang sistem peredarah darah manusia dan hewan. Setelah mempelajari bab ini, Anda diharapkan dapat menjelaskan struktur, fungsi, dan proses yang terjadi pada sistem peredaran darah. Selain itu, Anda juga diharapkan dapat menjaga kesehatan sistem peredaran darah.
2.    RUMUSAN MASALAH
Bagaimana Sistem Peredaran Darah Pada Manusia?
3.    TUJUAN
Adapun tujuan dari penulisan makalah ini yaitu untuk mengetahui bagaimana sistem  peredaran darah pada manusia.




BAB II
PEMBAHASAN

A.  Sistem Peredaran Darah Pada Manusia
Sistem peredaran darah adalah suatu system organ yang berfungsi memindahkan zat dari satu sel ke sel yang lain. Sistem peredaran darah pada manusia juga disebut Sistem peredaran darah rangkap. Artinya, darah melewati jantung sebanyak dua kali dalam satu kali edar yaitu saat darah beredar menuju ke paru-paru dan saat darah beredar menuju ke seluruh tubuh.
Sistem peredaran darah mempunyai fungsi sebagai berikut :
1.      Mengatur suhu tubuh melalui aliran darah.
2.      Mengangkut zat makanan dan zat sisa hasil metabolism
3.      Mencegah hilangnya darah melalui mekanisme pembekuan darah
4.      Mengangkut zat buangan dan substansi beracun menuju hati untuk dinetralkan.
5.      Mengangkut zat buangan dan substansi beracun menuju ginjal untuk dikeluarkan dari tubuh.
6.      Melindungi tubuh dari bakteri dan virus dengan mensirkulasikan antibodi dan sel darah putih.
7.      Mendistribusikan hormone dan kelenjar dan organ yang memproduksinya ke sel-sel tubuh yang membutuhkan.
Sistem Peredaran Darah memiliki tiga komponen utama sebagai berikut :
·         Darah, berfungsi sebagai medium pengangkut zat makanan, udara, dan zat buangan.
·         Jantung, berfungsi memompa darah sehingga darah beredar ke seluruh tubuh.
·         Pembuluh darah, sebagai saluran tempat darah berdar ke seluruh tubuh.

B.  Jantung
Jantung terletak dalam rongga dada. Ukuran jantung sebesar genggaman tangan pemiliknya dengan berat sekitar 300 gram. Jantung dalam sistem sirkulasi berfungsi sebagai alat pemompa darah. Jantung tersusun atas otot jantung (miokardium). Bagian jantung luar dilapisi oleh selaput jantung (perikardium). Perikardium terdiri dari 2 lapisan. Lapisan luar disebut lamina panistalis dan lapisan dalam yang menempel pada dinding jantung disebut lamina viseralis. Di antara kedua lapisan tersebut terdapat ruangan kavum perikardii yang berisi cairan perikardii. Cairan ini berfungsi untuk menahan  gesekan. Bagian dalam jantung dilapisi endokardium.
Jantung mempunyai empat ruangan, yaitu atrium sinister (serambi kiri), atrium dexter (serambi kanan), ventrikel sinister (bilik kiri), dan ventrikel dexter (bilik kanan). Antarsisi kiri dan kanan jantung dipisahkan oleh septum (sekat) yang berupa otot yang padat.
·         Organ utama sistem kardiovaskular adalah jantung. Ini adalah organ berongga dan berotot itu kontrak secara berkala, memaksa darah melalui sistem peredaran darah.
·         Jantung berbentuk kerucut, seukuran kepalan tangan, dan sedang terletak di tengah toraks, di antara paru-paru, tepat di belakang tulang dada (tulang dada). Jantung itu dimiringkan sehingga alasnya dimiringkan ke kiri.
·         Dinding hati terdiri dari tiga lapisan tisu:
a.       Lapisan luar dan dalam adalah jaringan epitel .
b.      Lapisan tengah, yang terdiri dari otot jantung dari hati itu sendiri, disebut miokardium .
·         Untuk alasan yang jelas, otot jantung tidak di bawah kontrol sadar dari sistem saraf, dan dapat menghasilkan irama listriknya sendiri ( miogenik) Untuk yang sama alasannya, otot jantung tidak dapat bernafas secara anaerob dan jadi otot tidak bisa lelah (atau kram!)
·         Otot jantung memiliki suplai darah yang kaya, yang menjamin bahwa ia mendapat banyak oksigen. Ini dibawa ke hati melalui arteri koroner . Karena hati mengandalkan respirasi aerobik untuk memasok kebutuhan energinya, sel-sel otot jantung kaya dipasok mitokondria.
·         Jantung kita berdetak kira-kira sekali setiap detik setiap hari dalam hidup kita, atau lebih dari 2,5 juta kali dalam satu rata rata umur. Satu-satunya saat jantung beristirahat adalah antara detak.
Bagaimana Jantung Bekerja?
Tugas jantung dalam proses memompa dan memasok darah ke seluruh tubuh tidaklah sederhana. Atrium kanan menerima darah dari seluruh tubuh melalui vena cava, yang kemudian dialirkan ke ventrikel kanan. Darah dari ventrikel kanan dipompakan keluar jantung menuju ke paru-paru, untuk pertukaran karbon dioksida dengan oksigen. Darah yang sudah dipenuhi oksigen lalu dipompakan masuk ke atrium kiri, kemudian ke ventrikel kiri, yang selanjutnya dialirkan ke seluruh tubuh melalui aorta.
Agar darah mengalir dengan tepat, jantung memiliki katup. Katup yang membantu aliran darah dari atrium ke ventrikel adalah katup mitral dan trikuspid. Sedangkan, katup yang berfungsi mengendalikan aliran darah yang meninggalkan jantung adalah katup aorta dan katup pulmonalis.
Keempat katup tersebut menjaga darah terus bergerak maju ke satu arah. Katup akan menutup dengan cepat agar darah tidak berbalik ke arah yang berlawanan.

Sisi Kanan Jantung
a.       Darah yang terdeoksigenasi dari tubuh memasuki sisi kanan jantung melalui dua vena besar disebut vena cavae. The superior vena cava mengembalikan darah dari kepala dan lengan; yang lebih rendah vena cava dari seluruh tubuh (kecuali, tentu saja, paru-paru!)
b.      Keduanya kosong ke atrium kanan. Di sinilah tekanan darahnya paling rendah (bahkan negatif). Ketika jantung rileks (di antara detak), tekanan dalam sistem peredaran darah menyebabkan atrium kanan terisi darah.
c.       Ketika atrium berkontraksi, tekanan di dalamnya meningkat, atrio kanan katup ventrikel (AV) terbuka , dan darah diperas dari kanan atrium ke ventrikel kanan. Katup ini juga dikenal sebagai tricuspid valve. Penutupan klep ini membuat suara - 'lub'.
d.      Ketika atrium kosong, tekanan di dalamnya jatuh, dan tekanan di dalam ventrikel mulai naik. Ini menyebabkan katup atrio-ventrikel Kontrak Atria tutup dengan cepat, mencegah aliran darah kembali.
e.       Tujuan umum semua katup dalam peredaran darah Kontrak ventrikel sistem untuk mencegah aliran balik darah, arteri, di mana ia pergi ke paru-paru. Ini adalah t. Penutupan katup ini juga menyebabkan suara - naik'. Dengan demikian, detak jantung yang normal adalah 'lub… dup'.e adalah ketika atrium kosong dan tekanan e aorta , yang membawa ta to tutup, karena dinding elastis aorta mundur , sehingga mencegah aliran balik darah ke jantung. dan dengan demikian memastikan bahwa darah mengalir hanya dalam satu arah.
f.        Ketika kontrak ventrikel kanan, darah dipaksa keluar melalui katup semi-bulan (juga dikenal sebagai pulmonary valve), ke pulmona hanya arteri yang membawa darah terdeoksigenasi.
g.      Ketika ventrikel kanan kosong, tekanan di dalamnya turun di bawah itu di arteri paru-paru, dan ini menyebabkan katup semi-bulan terkunci dengan benar.
Sisi Kiri Jantung
a.       Darah teroksigenasi meninggalkan paru-paru dan kembali ke jantung melalui vena paru . Ini adalah satu - satunya vena yang membawa darah beroksigen.
b.      Darah ini memasuki atrium kiri , yang ketika penuh memaksa darah masuk ventrikel kiri dan mengisinya. Katup yang terbuka disebut atrio kiri katup ventrikel (AV) , (atau katup bikuspid atau mitral ). Seperti di sebelah kanan sisi jantung, katup ini menutup mulai naik di ventrikel.
c.       Dari ventrikel kiri, darah dipaksa melalui tekanan yang sangat tinggi lain semi-lunar valve (yang katup aorta ), ke th darah ke seluruh tubuh (terlepas dari paru-paru!).
d.      Gelombang darah dari ventrikel ini menyebabkan dinding aorta mengembang dan otot-otot di dalam meregang - kita bisa mendeteksi ini seperti nadi.
e.       Ketika ventrikel hampir kosong, tekanan mulai turun di bawah di aorta, dan ini menyebabkan katup semi-bulan dan ini menyebabkan katup semi-bulan terkunci rapat, karena dinding elastic aorta mundur.
Siklus Jantung
Untuk memahami jantung kita perlu tahu bagaimana jantung bekerja secara mekanik tahap demi tahap secara berulang atau dengan siklusnya. Berikut penjelasan singkat tentang siklus jantung ini. 
Siklus jantung terdiri dari dua periode yaitu kontaksi (sistol) dan relaksasi (diastol). Selama sistol jantung memompa darah keluar dan selama diastol jantung terisi kembali oleh darah. 
Sistol Ventrikel terjadi setelah penutupan katup-katup mitral dan trikuspid. Terdiri atas 2 fase :
1.       Fase awal sistol yang terdiri atas dua sub bagian :
a.       Fase kontraksi isovolumetrik, keadaan dimana naiknya tekanan ventrikel akibat kontraksi setelah penutupan katup mitral dan tricuspid, sehingga kontraksi ini tidak merubah volume darah dalam ventrikel.
b.      Fase ejeksi (rapid ventricular ejection), terjadi saat tekanan di ventrikel melebihi tekanan di aorta dan arteri pulmonalis. Hal ini menyebabkan darah dipompa ke luar dari ventrikel dengan cepat.
2.       Fase akhir sistol, terjadi saat ventrikel menurun dan tekanan aorta dan arteri pulmonalis melebihi tekanan ventrikel sehingga terjadi penutupan katup aorta dan katup pulmonal.
Diastol Ventrikel terjadi setelah penutupan katup aorta dan pulmonal. Periode ini terbagi atas 3 fase :
1.       Fase pertama, terdiri atas dua bagian :
a.       Relaksasi isovolumetrik, keadaan dimana terjadi relaksasi ventrikel tanpa merubah volume darah dalam ventrikel karena semua katup jantung tertutup.
b.       Fase pengisian cepat (rapid filling phase), terjadi ketika tekanan atrium melebihi tekanan ventrikel sehingga katup mitral dan tricuspid membuka dan darah dari atrium dengan cepat masuk ke ventrikel.
2.       Fase kedua, terjadi pada sepertiga tengah periode diastole disebut sebagai fase diastasis karena aliran masuk ke dalam ventrikel hampir tidak ada. Ini adalah keadaan dimana atrium dan ventrikel sama-sama relaksasi. 
3.       Fase ketiga, terjadi pada akhir diastole, dimana terjadi kontraksi atrium (atrial kick) sehingga darah yang tersisa diatrium didorong ke ventrikel, fase ini disebut fase pengisian akhir (late filling phase).

C.  Pembuluh Darah
Sistem Peredaran Darah dikenal sebagai sistem tertutup karena darah terkandung di dalam jantung atau pembuluh darah setiap saat selalu mengalir dalam satu arah. Jalannya sama - jantung (ventrikel) → arteri → arteriol → organ (kapiler) → vena → jantung (atrium). Kecuali untuk kapiler, semua pembuluh darah memiliki dinding yang terbuat dari 3 lapis jaringan. Ini untuk memberikan kekuatan dan elastisitas:
·         Lapisan dalam terbuat dari jaringan epitel
·         Lapisan tengah adalah otot polos.
·         Lapisan luar adalah jaringan ikat.
Arteri dan Arteriol
Arteri membawa darah dari jantung ke kapiler organ dalam tubuh.Dinding arteri lebih tebal dari pada vena. Otot polos dan serat elastis itu membuat dinding mereka memungkinkan mereka untuk menahan tekanan darah tinggi saat dipompa dari jantung. Kekuatan yang diberikan darah pada dinding pembuluh darah dikenal sebagai tekanan darah dan itu siklus dengan setiap detak jantung. Setiap arteri mengembang ketika nadi darah lewat dan elastisitas serat kembali menyebabkannya kembali lagi setelahnya, sehingga membantu darah mengalir. Ini dikenal sebagai sekunder sirkulasi , dan itu mengurangi beban pada jantung.
Selain arteri pulmonalis, semua arteri membawa darah beroksigen. Aorta membawa darah beroksigen dari ventrikel kiri ke semua bagian tubuh kecuali paru-paru. Ia memiliki diameter terbesar (25mm) dan membawa darah pada tekanan tertinggi. Ketika aorta bergerak menjauh dari jantung, ia bercabang arteri yang lebih kecil sehingga semua bagian tubuh disuplai. Arteri terkecil ini disebut arteriol.
Arteriole dapat melebar atau menyempit untuk mengubah diameternya sehingga mengubah aliran darah organ yang dipasok oleh arteriol itu. Contohnya termasuk otot (saat berlari) dan kulit (saat panas) atau memerah). Karena volume darah tetap sama, jika lebih banyak darah mengalir melalui satu organ, semakin sedikit yang harus mengalir melalui yang lain. Dua organ yang selalu memiliki aliran darah yang sama adalah otak dan ginjal. Populer organ yang mengurangi aliran darah adalah nyali (di antara waktu makan), otot (saat istirahat), dan kulit (ketika dingin).
Kapiler
Arteriol bercabang ke dalam jaringan pembuluh darah yang sangat kecil - kapiler. Ini sangat luas permukaan besar dan dinding tipis yang hanya satu sel (epitel) tebal. Di kapiler inilah pertukaran terjadi antara darah dan jaringan tubuh. Kapiler juga sempit . Ini memperlambat darah sehingga memberikan waktu untuk difusi terjadi. Di sebagian besar kapiler, sel darah harus mengalir dalam satu file. Cairan jaringan terbentuk di kapiler, karena dindingnya bocor.
Vena
Setelah meninggalkan kapiler, darah memasuki jaringan venula kecil, yang masuk ke dalam pembuluh darah. Ini, pada gilirannya, membawa darah kembali ke atrium jantung. Seperti arteri, dinding vena dilapisi dengan epitel dan mengandung otot polos. Dinding dinding vena lebih tipis dan kurang elastis daripada arteri, tetapi mereka juga lebih fleksibel. Vena cenderung berjalan di antara blok otot tubuh dan lebih dekat ke permukaan daripada arteri. Vena yang lebih besar berisi katup yang mempertahankan arah aliran darah. Ini tempat yang penting darah harus mengalir melawan gaya gravitasi. Aliran darah dalam vena dibantu oleh kontraksi otot-otot rangka, terutama yang dalam lengan dan kaki. Ketika otot berkontraksi, mereka menekan pembuluh darah dan membantu memaksa darah kembali ke jantung. Sekali lagi, ini dikenal sebagai sirkulasi sekunder.

POLA  SIRKULASI
            Darah bergerak melalui tubuh secara terus menerus: Ventrikel kiri → sirkulasi sistemik (tubuh) → atrium kanan → ventrikel kanan → paru sirkulasi (paru-paru) → atrium kiri → ventrikel kiri. Darah terdeoksigenasi dipompa dari ventrikel kanan ke paru-paru melalui paru-paru arteri - satu-satunya arteri yang membawa darah terdeoksigenasi. Darah kembali ke jantung melalui vena paru, satu-satunya vena yang membawa darah beroksigen. Sirkulasi sistemik dimulai dari ventrikel kiri dan berakhir pada atrium kanan. Ini membawa darah ke dan dari seluruh tubuh. Jantung sendiri menerima suplai darah dari dua coroner arteri terkemuka dari aorta. Darah masuk ke kapiler yang mengarah ke pembuluh darah di mana darah kembali ke atrium kanan.
Ada tiga bagian sirkulasi sistemik yang Anda butuhkan tahu:
A. sirkulasi koroner - memasok darah ke otot jantung ( arteri koroner ).
B. sirkulasi ginjal - memasok darah ke ginjal ( ginjal arteri ). Hampir 25% dari darah meninggalkan jantung mengalir ke darah ginjal, yang merupakan filter tekanan untuk limbah.
C. sirkulasi portal hepatik - nutrisi diambil oleh kapiler di usus kecil diangkut langsung ke hati di hati portal vena , tempat kelebihan nutrisi disimpan. Ini adalah sekitar 70% dari suplai darah hati. Itu hati juga menerima darah beroksigen dari arteri hepatik , yang bercabang dari aorta, dan menyediakan 30% dari darahnya. Semua darah meninggalkan hati melalui vena hepatika.

TEKANAN DARAH
Darah bergerak melalui sistem sirkulasi kita karena di bawah tekanan, yang disebabkan oleh kontraksi jantung dan oleh otot-otot yang mengelilingi pembuluh darah kita. Ukuran ini gaya adalah tekanan darah. Tekanan darah akan selalu tertinggi di dua arteri utama, tepat di luar jantung, tetapi, karena sirkulasi paru tidak dapat diakses, tekanan darah diukur dalam sirkulasi sistemik hanya , yaitu darah hanya menyisakan ventrikel kiri - biasanya di lengan atas.
Untuk mengukur tekanan darah:
a) Pastikan pasien relaks dan belum meminumnya berolahraga setidaknya 10 menit.
b) Sebuah manset dipompa di sekitar lengan seseorang – menghentikannya aliran darah melalui arteri.
c) Tekanan pada borgol dilepaskan perlahan – sementara mendengarkan suara pertama darah yang melewati pembuluh darah. Ini berarti ventrikel sedang memompa kekuatan yang cukup untuk mengatasi tekanan yang diberikan oleh manset. Ini adalah tekanan sistolik.
d) Tekanan sistolik normal sekitar 120 mm Hg laki-laki; 110mm Hg untuk wanita. Tekanan sistolik rata-rata naik dengan usia jadi 100+ usia Anda adalah maksimum yang aman.
e) Tekanan terus dilepaskan - sekarang mendengarkan untuk hilangnya suara - menunjukkan aliran yang stabil darah. Ini adalah tekanan diastolik , ketika tekanan darah cukup untuk menjaga arteri terbuka bahkan ketika ventrikel rileks.
f) Tekanan diastolik normal adalah sekitar 80 mm Hg untuk pria dan 70 mm Hg untuk wanita.
g) Pembacaan tekanan darah diberikan sebagai dua angka - angka sistolik (lebih tinggi) di atas angka diastolik (lebih rendah) misalnya 120 / 80mm Hg.
h) Hipertensi (tekanan darah tinggi) didiagnosis ketika tekanan diastolik > 10mm Hg di atas norma; tekanan sistolik kurang diperhatikan.
Tekanan darah dipertahankan oleh:
a) Ginjal , yang mengatur tekanan darah dengan membuang kelebihan air (dan garam) dari tubuh. Semakin tinggi tekanan darah, semakin banyak air yang keluar di nefron; ini mengurangi volume getah bening dan menurunkan tekanan darah. Tetapi itu membuat darah lebih tebal (sehingga lebih mungkin untuk membeku).
b) Sistem saraf , yang mengatur detak jantung. Tingkat CO 2 dalam darah dipantau masukyang arteri karotis dan aorta dan informasi ini dikirim ke pusat kardiovaskular di otak. Ini mengirimkan impuls ke saraf akselerator ( saraf simpatis) sistem ), yang mempercepat detak jantung, atau menurunkan saraf vagus ( saraf parasimpatis sistem ), yang memperlambatnya. Kedua saraf mengarah ke simpul sino atrium (SAN).
c) Regangkan reseptor di dinding jantung. Saat berolahraga, lebih banyak darah dikembalikan ke jantung, menyebabkan dinding meregang lebih dari normal. Jantung merespons ini dengan berdetak lebih cepat dan lebih sulit.
Tekanan darah yang terlalu tinggi (risiko trombosis) atau terlalu rendah (risiko pingsan) tidak diinginkan.
TISSUE FLUID dan SISTEM LYMPHATIC
              Saat darah melewati kapiler, sekitar 10% cairannya bocor ke jaringan di sekitarnya. Ini adalah dikenal sebagai cairan jaringan . Cairan ini membawa bahan kimia seperti glukosa dan hormon ke sel-sel tubuh yang tidak bersebelahan kapiler, dan menghilangkan produk limbah, seperti urea dan CO 2 .
  Tekanan darah tinggi (hidrostatik tekanan ') pada ujung arteriol kapiler jauh lebih besar dari potensial zat terlarut (osmotic tekanan ') sel-sel di sekitarnya. Dengan demikian cairan dipaksa keluar dari kapiler. Pada ujung vena dari kapiler, tekanan darah ('tekanan hidrostatik') rendah, sementara potensi terlarut ('tekanan osmotik') dari darah jauh lebih kuat, karena darah lebih terkonsentrasi. [Protein dalam darah umumnya terlalu besar untuk meninggalkan kapiler, sementara sel-sel darah (dan proteinnya) semuanya tertinggal]. Ini menyebabkan sebagian air dikembalikan ke darah di kapiler oleh osmosis. Efek keseluruhannya adalah memastikan bahwa jaringan Cairan terus bergerak dan setiap sel di dalam tubuh menerima pasokan nutrisi segar.
              Tidak semua cairan dipaksa keluar dari kapiler dikembalikan oleh osmosis (yang toh hanya memindahkan air - bagaimana dengan bahan kimia lainnya?) dan jaringan pembuluh dikenal sebagai sistem limfatik mengumpulkan cairan berlebih ini dan mengembalikannya ke sistem peredaran darah. Cairan ini - getah bening - mengalir semakin luas dan semakin lebar kapal yang berisi katup untuk memastikan aliran satu arah, sebelum dikembalikan ke darah di vena cava, adil di luar atrium kanan (di mana tekanan darah paling rendah). Sistem limfatik tidak memiliki pompa , jadi getah bening harus bergerak melalui pembuluh darah dengan meremas otot rangka. Pembuluh getah bening ini melewati pembesaran berbentuk kacang kecil (organ) yang disebut kelenjar getah bening , yang menghasilkan satu jenis sel darah putih ( limfosit ) yang merupakan sumber penting antibodi dan membantu kita melawan infeksi. Contoh kelenjar getah bening adalah amandel , apendiks , yang limpa dan kelenjar timus (pada anak-anak hanya - itu menghilang dari usia 10 atau lebih).
              Jika tekanan darah terlalu tinggi, atau jika orang tersebut tidak aktif, getah bening dapat menumpuk di jaringan, khususnya di sekitar pergelangan kaki dan kaki. Ini dikenal sebagai edema dan umum terjadi pada usia lanjut orang dan juga bisa terjadi pada penerbangan jarak jauh. Dengan darah yang sekarang lebih tebal, itu lebih mungkin untuk membeku, membentuk DVT atau deep vein thrombosis. Tindakan pencegahan sederhana terhadap ini adalah dengan mengambil satu tablet aspirin, 24 dan 12 jam sebelum terbang, dan juga secara teratur menggerakkan kaki dan pergelangan kaki Anda selama penerbangan.

DARAH
  Kita memiliki antara 4 dan 6 liter darah, jaringan ikat cair yang merupakan media transportasi dari sistem peredaran darah. Dua fungsi utama darah adalah untuk mengangkut nutrisi dan oksigen ke sel-sel dan untuk membawa CO 2 , urea dan limbah lainnya menjauh dari sel. Darah juga mentransfer panas ke permukaan tubuh dan berperan dalam mempertahankan tubuh terhadap penyakit. Darah terdiri dari 55% cairan - plasma - dan 45% sel, hampir semuanya adalah Darah Merah Sel (RBC). bersama-sama, mereka mengangkut semua bahan di sekitar tubuh kita yang dibutuhkan setiap sel fungsi dan hormon yang merupakan bagian penting dari koordinasi. Darah juga mengatur suhu tubuh, pH, dan elektrolit, sehingga penting dalam homeostasis. Darah membantu melindungi kita dari infeksi dan mengurangi kehilangan cairan saat kita terluka.
PLASMA DARAH
  Kira-kira 55% darah terdiri dari plasma, bagian cair berwarna jerami dari darah; saya t adalah 90% air dan 10% molekul terlarut (terutama protein plasma). Ini dapat dibagi menjadi tiga jenis :
a) Albumin - ini membantu mengatur potensi air, dengan mempertahankan volume darah normal dan tekanan. Mereka adalah protein plasma yang paling umum.
b) Imunoglobin (antibodi) - Ini adalah protein yang sangat besar yang menargetkan infeksi dan sebagainya menyebabkan sel yang terinfeksi atau asing diserang oleh sel darah putih (sel darah putih). Bersama dengan WBC mereka membentuk sistem kekebalan tubuh.
c) Fibrinogen - ini adalah protein yang melilit erat yang melepaskan diri membentuk gumpalan darah.
SEL DARAH
              Ini terdiri dari sel darah merah RBC (juga dikenal sebagai hemosit atau eritrosit); Darah putih Sel (sel darah putih) dari beberapa jenis dan trombosit. Bersama-sama, mereka membentuk 45% darah.

SEL DARAH MERAH (RBC's)
              RBC's adalah yang paling banyak jumlahnya. Satu milimeter kubik (satu mikroliter, atau 1μl) mengandung sekitar 5 juta sel darah merah. Angka ini bias naik menjadi lebih dari 8 juta sebagai adaptasi untuk hidup di ketinggian – the alasan mengapa atlet ketahanan berlatih di ketinggian. Hati menghancurkan kelebihan RBC akan kembali ke permukaan laut, jadi pelatihan harus dilanjutkan sampai segera sebelum acara, jika memungkinkan. RBC's adalah disk bikonkaf sekitar 8 μ, sehingga memberi mereka yang lebih besar luas permukaan (Hukum Fick), dan memungkinkan mereka untuk melipat dan melewati kapiler terkecil. Mereka dihasilkan dari sel-sel induk di sumsum tulang; penuh dengan hemoglobin; tidak memiliki nucleus atau mitokondria dan fungsinya untuk mengangkut gas pernapasan . RBC matang menjadi sedikit lebih dari kantung membran yang mengandung hemoglobin dan ini memberi darah warna merah. RBC tetap beredar sekitar 120 hari sebelum dihancurkan di hati dan limpa, memberikan tingkat turnover sekitar 2 juta per detik!

SEL DARAH PUTIH (WBC)
              Ini kalah jumlah dengan RBC sekitar 500 hingga 1 dan jumlahnya berfluktuasi, meningkat selama infeksi dan jatuh di waktu lain. Seperti RBC, mereka terbentuk dari sel-sel induk di sumsum tulang, tetapi bisa juga bereproduksi di kelenjar getah bening, timus, dan limpa. Mereka lebih besar dari RBC, hamper tidak berwarna, dan tidak berisi hemoglobin. Monocyte Limfosit Granulosit Sel darah merah. WBC memiliki nukleus dan sementara sebagian besar hidup selama beberapa hari, yang lain dapat hidup selama berbulan-bulan atau tahun, dengan demikian memberikan kita kekebalan seumur hidup dari infeksi berulang ( sel memori ) WBC melindungi kita dari infeksi dan invasi oleh sel atau zat asing. Sementara limfosit menghasilkan antibodi, dua jenis sel darah putih lainnya juga dapat menelan bakteri , dalam proses yang disebut fagositosis (suatu bentuk transpor aktif!). Granulosit juga menghasilkan histamin , yang penting dalam alergi. Penampilan Deskripsi Situs dari produksi Mode aksi Limfosit (Sel A) Bulat besar inti. Bersih sitoplasma. kelenjar getah bening dan limpa Granulosit (Sel B) Inti lobed. Butiran sitoplasma. Sumsum tulang Hancurkan bakteri dengan menelan (fagositosis) Monosit (Sel C) Lonjong atau ginjal bentuk inti. Bersih sitoplasma. Kelenjar getah bening Menelan benda asingpartikel Buat antibodi atau membunuh sel yang terinfeksi.

PELAT DAN DARAH CLOTTING
              Trombosit bukan sel sejati; mereka adalah fragmen kecil sel lain  megakaryocytes - yang terbentuk di sumsum tulang; hidup mereka- rentang adalah 7-11 hari. Trombosit memainkan peran penting dalam pembekuan darah, dengan mengikuti situs luka dan melepaskan faktor pembekuan yang dikenal sebagai protrombin. Faktor pembekuan adalah bagian dari reaksi kaskade yang dimulai dengan bahan kimia yang dilepaskan oleh sel yang terluka dan diakhiri dengan ikatan lengket dari fibrin menghentikan pendarahan dengan memproduksi gumpalan. Gangguan genetik pada Faktor VII disebut hemofilia , menderita (semuanya) laki-laki - mengapa?) dapat berdarah secara luas bahkan dari luka kecil atau goresan.
              Pembekuan darah yang tidak diinginkan dalam pembuluh darah dapat menghalangi aliran darah - trombosis . Jika ini terjadi di otak, sel-sel otak dapat mati, menyebabkan stroke; dalam arteri koroner, dapat menyebabkan kematian sel-sel jantung - trombosis koroner.

JENIS DARAH
              Golongan darah ditentukan oleh antigen hadir di permukaan RBC. Antigen adalah molekul (dalam hal ini a karbohidrat) yang bertindak sebagai sinyal, memungkinkan tubuh untuk mengenali zat asing di dalam tubuh. Darah manusia diklasifikasikan menjadi 4 kelompok utama: A, B, AB dan O. Masing-masing dapat berupa Rhesus + ve atau Rhesus –ve, memberikan 8 grup secara keseluruhan.
              Pengetikan darah adalah identifikasi antigen dalam sampel darah. Sistem ABO didasarkan pada antigen A dan B. Ini mengklasifikasikan darah oleh antigen pada permukaan sel darah merah dan antibodi yang bersirkulasi dalam plasma. RBC seseorang dapat membawa antigen A, a B antigen, baik antigen A dan B, atau tidak ada antigen sama sekali. Ini pola antigen disebut golongan darah A, B, AB dan O, masing-masing. Tipe AB dikenal sebagai penerima universal, artinya itu mereka dapat menerima semua jenis darah, sementara O adalah universal donor, artinya mereka dapat menyumbangkan darah kepada siapa pun.



Sistem rhesus
              Antigen yang kadang-kadang di permukaan RBC adalah faktor Rh dinamai Rhesus monyet tempat pertama kali ditemukan. Dari populasi Inggris, 85% adalah Rh + ve , artinya Rhantigen hadir. Lainnya 15% Rh-ve . Jika orang Rh-menerima transfusi darah yang memiliki antigen Rh +, antibodi anti-Rh + akan terbentuk dan akan bereaksi dengan antigen Rh + dan aglutinasi (penggumpalan) akan terjadi. Masalah paling serius dengan inkompatibilitas Rh terjadi selama kehamilan. Jika ibunya Rh- dan ayah adalah Rh +, anak dapat mewarisi alel Rh + (gen) dominan dari ayah. Itu Darah Rh + bayi kemudian akan masuk ke dalam darah ibu selama persalinan, menyebabkannya berkembang antibodi terhadap faktor Rh. Jika anak Rh + kedua dikandung kemudian, antibodi ibu akan melewati plasenta dan menyerang darah janin, menyebabkan suatu kondisi yang dikenal sebagai sindrom bayi rhesus. Itu gejalanya termasuk kerusakan hati dan lebih sedikit sel darah merah, otak (karena kekurangan oksigen) dan kulit. Untuk mencegah hal ini, Ibu akan secara otomatis diberi suntikan anti-Rh + antibody (diketahui, membingungkan, sebagai anti-D ) di persalinan. Antibodi ini menyerang dan menghancurkan semua Rh + antigen dalam darah ibu, sehingga mencegahnya menjadi peka terhadap Rh + antigen. Ini menipu tubuhnya untuk percaya dia belum punya Rh + ve anak, dan selanjutnya kehamilan akan dilindungi dari serangan, karena dia akan punya tidak ada antibodi terhadap darah Rh + ve.


Makalah Diabetes


BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang
Pemberdayaan masyarakat adalah suatu proses yang mengembangkan dan memperkuat kemampuan masyarakat untuk terus terlibat dalam proses pembangunan yang berlangsung secara dinamis sehingga masyarakat dapat menyelesaikan masalah yang dihadapi serta dapat mengambil keputusan secara bebas (independent) dan mandiri (Oakley, 1991; dan Fatterman, 1996). Manusia memiliki berbagai daya, yakni daya atau kekuatan berfikir, bersikap, dan bertindak. Daya-daya itulah yang harus ditumbuhkembangkan pada manusia dan kelompok manusia agar tingkat berdayanya optimal untuk mengubah diri dan lingkungannya. Pemberdayaan masyarakat pada hakekatnya adalah sama dengan pembangunan masyarakat. Beberapa pendekatan dalam pembangunan masyarakat yang berkembang antara lain:
1.      Pendekatan pada masyarakat secara menyeluruh. Pendekatan ini menuntut partisipasi yang luas, masyarakat sebagai konsep sentral, serta memerlukan pendekatan holistik.
2.      Pendekatan berdasarkan kemandirian.
3.      Pendekatan pemecahan masalah tertentu.
4.      Pendekatan demonstrative.
5.      Pendekatan eksperimental.
6.      Pendekatan konflik kekuasaan.
Konsep pemberdayaan masyarakat dalam pandangan UNICEF (1997) pendekatannya bertumpu pada risiko di keluarga, kebutuhan dan hak-haknya dalam rangka menentukan prioritas dan strategi pembangunan. tingkat kematian ibu yang tinggi, kekeurangan gizi ibu dan anak, rendahnya tngkat pendidikan / kualitas pendidikan yang rendah, penyakit HIV / AIDS dan psikotropika, serta anak-anak yang memerlukan upaya perlindungan khusus merupakan lima masalah pokok yang selalu bergantian.Hasil kajian UNICEF menunjukkan bahwa intervensi paling strategis adalah pada kelompok remaja, kelompok yang menempati posisi terbesar dari penduduk negara kita. Dalam pertimbangan sosial dan ekonomi, kelompok remaja (10-19 tahun) merupakan kelompok yang akan memasuki pasar kerja, sehingga potensinya untuk menjadi pekerja yang disiplin, terampil dan fleksibel harus dimaksimalkan.

B.     Tujuan
Untuk mengetahui ‘Masalah Kesehatan Diabetes Mellitus Yang terjadi pada Masyarakat di Wilayah Puskesmas Jayabaru, Yang Bertujuan Untuk Membuat Kegiatan Atau Program Tertentu Yang Dapat Dijadikan Sebagai Solusi Atas Pemecahan Permasalahan Yang Terjadi  di Daerah Tersebut’.









BAB II
PEMBAHASAN

A.    Diabetes Melitus
            Diabetes merupakan permasalahan kesehatan serius di seluruh  dunia.Diperkirakan 15,7 juta orang di Amerika Serikat menderita diabetesmellitus. Perkiraan tersebut, merupakan perhitungan antara diabetes yangterdiagnosa dan tidak terdiagnosa, sebanyak 5,9 % populasi di AmerikaSerikat menderita diabetes mellitus. Diabetes Mellitus menyebabkankematian lebih dari 162.200 jiwa pada tahun 1996. Diabetes termasuk tujuh penyebab utama kematian pada daftar angka kematian di AS, tapi diabetesdiyakini termasuk kematian yang tidak tidak terlaporkan, antaranya adalahkondisi dan penyebab kematian. Diabetes adalah penyebab utama darikebutaan. Lebih dari 60 sampai 65% penderita diabetes menderitahipertensi. Hal yang mengejutkan biaya pengeluaran untuk pengobatansecara langsung dan tidak langsung untuk diabetes pada tahun 1997diperkirakan mencapai 98 juta dolar. Banyaknya biaya tidak memberikantimbal balik yang kehidupan patien diabetes dan keluarganya.(Sharon nMargaret 2000) Penderita diabetes mellitus di Indonesia terus meningkat setiaptahunnya, hal ini dihubungkan dengan meningkatnya angka kesejahteraan.Persentase penderita diabetes mellitus lebih besar di kota daripada di desa,14,7% untuk dikota dan 7,2% di desa. Indonesia menduduki peringkatkeenam di dunia dalam hal jumlah terbanyak penderita diabetes.Dari penjelasan yang tersebut diatas peranan soerang perawat sangat penting dalam pemberian asuhan keperawatan untuk menurunkan angkakesakitan dan angka kematian yang disebabkan karena diabetes mellitus,sehingga diharapkan mahasiswa keperawatan dapat memahami danmenguasai konsep asuhan keperawatan pada pasien diabetes mellitus.


B.     Pengendalian Penyakit Diabetes Melitus Pada Pasien Di Puskesmas Jayabaru
Diabetes Melitus (DM) tipe 2 merupakan kelainan metabolisme kronik yang ditandai dengan peningkatan kadar gula darah disertai dengan kelainan metabolisme karbohidrat, protein, dan lemak akibat kurang insulin baik karena disfungsi pankreas ataupun disfungsi insulin absolut. Kecurigaan adanya DM perlu mendapatkan perhatian bila ada keluhan klasik DM berupa poliuria, polidipsia, polifagia, dan terjadi penurunan berat badan yang tidak dapat dijelaskan sebabnya. Pada tahun 2012, sebanyak 1,5 juta kematian di dunia disebabkan oleh penyakit DM. Tambahannya sebanyak 2,2 juta kematian karena peningkatan glukosa darah dari yang optimal. Hal ini meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular, kanker, serta penyakit lain dan umumnya terjadi sebelum usia 70 tahun.
Angka kejadian DM tahun 2015 sebanyak 415 juta jiwa di dunia, dan pada tahun 2040 diperkirakan meningkat mencapai 642 juta orang, dengan  proporsi  kejadian  DM  tipe  2  sebanyak 95%. Angka ini terus bertambah hingga 3% atau sekitar tujuh juta orang setiap tahunnya, 80% penderita terdapat di negara yang penghasilannya kecil dan menengah padahal untuk melakukan pengobatan dan pemeliharaan DM memerlukan biaya yang besar. Prevalensi DM tipe 2 di Indonesia berdasarkan hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas)  2013  sebesar  2,1%.  Provinsi Aceh termasuk dalam 10 provinsi yang mempunyai prevalensi DM di atas prevalensi nasional. Hasil Riskesdas 2007 prevalensi DM di Aceh sebesar 1,7%, angka ini mengalami peningkatan pada tahun 2013 menjadi 2,6% penderita.
Faktor risiko DM tipe 2 diantaranya adalah umur, berat badan berlebih atau obesitas, kurang aktifitas fisik, riwayat orang tua DM tipe 2, etnik, diabetes gestasional, hipertensi, HDL rendah, trigliserida tinggi, dan memiliki riwayat penyakit kardio vaskuler.  Sekitar 30% penderita DM  tidak  menyadari  keberadaan  penyakitnya dan saat diagnosis ditegakkan sekitar 25% sudah terjadi komplikasi. Padahal pengelolaan dan pengontrolan yang tepat bisa meminimalisir terjadinya komplikasi.
Tindakan yang dapat dilakukan yaitu dengan melakukan pengendalian HbA1c, glukosa darah, tekanan darah, berat badan dan profil lipid penderita serta pengelolaan penderita dengan mengajarkan perawatan mandiri dan perubahan perilaku. Untuk mencapai hal tersebut, penderita sebaiknya   melakukan   pemeriksaan   fisik   dan laboratorium secara berkala. Selain itu hendaknya penderita mengerti hasil dari pemeriksaan tersebut, terutama hal-hal yang berhubungan tentang pengendalian DM.
Keberhasilan pengendalian DM juga didukung   oleh   penatalaksanaan   DM   dengan tepat dan perubahan perilaku. Untuk tercapainya perubahan perilaku, penderita diharapkan mempunyai pengetahuan yang cukup tentang diabetes. Selain  pengetahuan,  pengaturan makan  merupakan  hal  yang  harus  dilakukan oleh penderita DM. Perlu penekanan pentingnya keteraturan makan dalam hal jadwal makan, jenis, dan jumlah makanan terutama pada mereka yang menggunakan obat penurun glukosa darah maupun insulin. Hal lain yang harus diperhatikan adalah aktivitas fisik dan kepatuhan terhadap obat. Aktivitas fisik selama 20-30 menit yang dilakukan 3-4 kali seminggu dapat meningkatkan insulin sehingga kadar glukosa darah menurun. Olahraga yang kurang menyebabkan makanan yang masuk ke tubuh tidak dibakar melainkan ditimbun sebagai lemak dalam tubuh. Begitu halnya dengan kepatuhan terhadap obat, perilaku keteraturan minum obat berhubungan dengan keberhasilan pengelolaan DM.  Kepatuhan ini dinilai dari kesesuaian antara anjuran dokter dengan realita yang dilakukan pasien.
Penyakit DM di Puskesmas Jayabaru termasuk kunjungan terbanyak untuk rawat jalan dalam setahun yaitu sebanyak 8.562 kali (3,51%). Hal ini juga didasarkan dari Laporan Dinas Kesehatan Kota Banda Aceh dimana penderita dan komplikasi DM terus mengalami peningkatan.
Hasil analisis sebelumnya didapatkan bahwa nilai glikemik pasien sebagian besar tidak terkontrol yaitu lebih banyak pada penderita DM yang perempuan,   usia   lanjut,   pendidikan   rendah, tidak bekerja,  dan lama  menderita  DM selama
1-5 tahun.12,13  Untuk selanjutnya perlu diketahui bagaimana pengelolaan DM melalui manajemen pengetahuan, kontrol asupan makanan, aktivitas fisik dan  kepatuhan  terhadap  obat  secara bersama-sama akan mempengaruhi keberhasilan pengendalian DM tipe 2, sehingga menjadi penting untuk melakukan evaluasi penerapan manajemen pengelolaan DM.



C.     Metode Yang Digunakan Dalam Kasus Ini Yaitu ‘Participatory Rural Appraisal (PRA)’

1.     Pengertian Participatory Rural Appraisal (PRA)
PRA yang dikembangkan oleh Robert Chamber lebih ditunjukkan untuk orang luar, bagaimana seharusnya orang luar yang membantu masyarakat untuk mengembangkan dirinya, mendudukan posisinya ditengah-tengah masyarakat. Orang luar ini bisa para pegawai pemerintah, anggota LSM, orang-orang Perguruan Tinggi dll.
PRA itu sendiri menurutnya adalah metode yang mendorong masyarakat puntuk turut serta meningkatkan pengetahuan dan menganalisa kondisi mereka sendiri, wilayahnya sendiri yang berhubungan dengan hidup mereka sehari-hari agar dapat membuat rencana dan tindakan yang harus dilakukan, dengan cara pendekatan berkumpul bersama.

2.     Penerapan Metode PRA
Participatory Rural Appraisal (PRA) atau Pemahaman Partisipatif Kondisi Pedesaan (PRA) adalah pendekatan dan metode yang memungkinkan masyarakat secara bersama-sama menganalisis masalah kehidupan dalam rangka merumuskan perencanaan dan kebijakan secara nyata. Metode dan pendekatan ini semakin meluas dan diakui kegunaannya ketika paradigma pembangunan berkelanjutan mulai dipakai sebagai landasan pembangunan di negara-negara sedang berkembang.. Dalam paradigma pembangunan berkelanjutan, manusia ditempatkan sebagai inti dalam proses pembangunan. Manusia dalam proses pembangunan tidak hanya sebagai penonton tetapi mereka harus secara aktif ikut serta dalam perencanaan, pelaksanaan, pengawasan dan menikmati hasil pembangunan. Metode dan pendekatan yang tampaknya sesuai dengan tuntutan paradigma itu adalah metode dan pendekatan yang partisipatif.
Metode PRA mulai menyebar dengan cepat pada tahun 1990-an yang merupakan bentuk pengembangan dari metode Pemahaman Cepat Kondisi Pedesaan (PCKP) atau Rapid Rural Appraisal (RPA) yang menyebar pada tahun 1980-an. Kedua metode tersebut saling berhubungan erat dan masing-masing mempunyai kelebihan dan kekurangannya dan bisa saling melengkapi.

Tabel 1. Pendekatan-pendekatan untuk memajukan partisipasi
1
Partisipasi Pasif, pelatihan
dan informasi
Pendekatan " kami
lebih tahu apa yang
baik bagimu"
Tipe komunikasi satu arah seperti antara guru dan muridnya yang diterapkan diantara petugas kesehatan dan masyarakat setempat pada saat kunjungan ke Puskesmas. Paket-paket teknis yang berbeda diiklankan kepada masyarakat untuk menerimanya
2
Sesi partisipasi aktif
Pendekatan
"pelatihan dan
kunjungan"
Dialog dan komunikasi dua arah memberikan
kepada masyarakat kesempatan untuk berinteraksi dengan penyuluh / petugas dan pelatih dari luar.
3
Partisipasi dengan
keterikatan
Pendekatan "kontrak,
tugas yang dibayar": bila Anda melakukan ini, maka proyek
akan melakukan itu.
Masyarakat setempat, baik sebagai pribadi ataupun kelompok kecil, diberikan pilihan untuk terikat pada sesuatu dengan tanggungjawab atas setiap kegiata. Model ini memungkinkan untuk beralih dari model klasik ke model yang diberi subsidi, panitia setempat bertanggungjawab atas pengorganisasian dan pelaksanaan tugas. Manfaatnya, dapat dibuat modifikasi seiring tujuan yang diinginkan.
4
Partisipasi atas permintaan
setempat
Pendekatan PRA dan kegiatan penelitian, pendekatan yang
didorong oleh
permintaan
Pelayanan kesehatan lebih berfokus pada menjawab kebutuhan yang dinyatakan oleh masyarakat setempat, bukan kebutuhan yang dirancang dan disuarakan  tipikal; tidak ada jadual untuk intervensi fisik; tidak ada anggaran untuk suatu periode tertentu; tidak ada rencana pelaksanaan suatu program kesehatan
. Masalahnya: bagaimana masyarakat/pasien setempat dapat  memberi perhatian terhadap sesuatu yang baru dan berbeda, apabila sebelumnya mereka tidak
mengetahui apapun mengenai apa yang akan terjadi. Metode yang dipakai adalah motivasi dan animasi, bukan 'menjual atau mendorong'. Pertanyaan sukarela dan permintaan untuk bantuan serta lebih banyak informasi jelas diperlukan.

Namun dalam perkembangannya, metode PRA banyak digunakan dalam proses pelaksanaan program pelayanan kesehatan, pembangunan secara partisipatif, baik pada tahap perencanaan, pelaksanaan, maupun pengawasannya.

3.     Tujuan Penerapan Metode PRA
Pada intinya PRA adalah sekelompok pendekatan atau metode yang memungkinkan masyarakat untuk saling berbagi meningkatkan, dan menganalisis pengetahuan mereka tentang kondisi dan kehidupa, serta membuat rencana dan tindakan nyata (Chambers, 1996). Beberapa prinsip dasar yang harus dipenuhi dalam metode PRA anatara lain adalah :
·         saliang belajar dan berbagi pengalaman,
·         keterlibatan semua anggota kelompok dan informasi,
·         orang luar sebagai fasilitator,
·         konsep triangulasi,
·         serta optimalisasi hasil,
·         orientasi praktis dan keberlanjutan program (Rochdyanto, 2000:55).
Metode tersebut dipandang telah memiliki teknis-teknis yang dijabarkan cukup operasional dengan konsep bahwa keterlibatan masyarakat sangat diperlukan dalam seluruh kegiatan. Pendekatan PRA memang bercita-cita menjadikan masyarakat menjadi peneliti, perencana, dan pelaksana pembangunan dan bukan sekedar obyek pembangunan. Tekanan aspek penelitian bukan pada validitas data yang diperoleh, namun pada nilai praktis untuk pengembangan program itu sendiri. Penerapan pendekatan dan teknik PRA dapat memberi peluang yang lebih besar dan lebih terarah untuk melibatkan masyarakat. Selain itu melalui pendekatan PRA akan dapat dicapai kesesuaian dan ketepatgunaan program dengan kebutuhan masyarakat sehingga keberlanjutan (sustainability) program dapat terjamin.

4.     Prinsip-Prinsip PRA
a)      Saling belajar dari kesalahan dan berbagi pengalaman dengan masyarakat.
Prinsip dasar PRA bahwa PRA adalah dari, oleh, dan untuk masyarakat. Ini berarti bahwa PRA dibangun dari pengakuan serta kepercayaan masyarakat yang meliputi pengetahuian tradisional dan kemampuan masyarakat untuk memecahkan persoalannya sendiri. Prinsip ini merupakan pembalikan dari metode pembelajaran konvensional yang bersifat mengajari masyarakat. Kenyataan membuktikan bahwa dalam perkembangannya pengalaman dan pengetahuan tradisional masyarakat tidak sempat mengejar perubahan yang terjadi, sementara itu pengetahuan modern yang diperkenalkan orang luar tidak juga selalu memecahkan masalah. Oleh karenanya diperlukan ajang dialog di antara ke duanya untuk melahirkan sesuatu program yang lebih baik. PRA bukanlah suatu perangkat teknik tunggal yang telah selesai, sempurna, dan pasti benar. Oleh karenanya metode ini selalu harus dikembangkan yang disesuaikan dengan kebutuhan setempat. Kesalahan yang dianggap tidak wajar, bisa saja menjadi wajar dalam proses pengembangan PRA. Bukannya kesempurnaan penerapan yang ingin dicapai, namun penerapan sebaik-baiknya sesuai dengan kemampuan yang ada dan mempelajari kekurangan yang terjadi agar berikutnya menjadi lebih baik. Namun PRA bukan kegiatan coba-coba (trial and error) yang tanpa perhitungan kritis untuk meminimalkan kesalahan.
b)      Keterlibatan semua anggota kelompok, menghargai perbedaan, dan informal.
Masyarakat bukan kumpulan orang yang homogen, namun terdiri dari berbagai individu yang mempunyai masalah dan kepentingan sendiri. Oleh karenanya keterlibatan semua golongan masyarakat adalah sangat penting. Golongan yang paling diperhatikan justru yang paling sedikit memiliki akses dalam kehidupan sosial komunitasnya (miskin, perempuan, anak-anak, dll). Masyarakat heterogen memiliki pandangan pribadi dan golongan yang berbeda. Oleh karenanya semangat untuk saling menghargai perbedaan tersebut adalah penting artinya. Yang terpenting adalah pengorganisasian massalah dan penyusunan prioritas masalah yang akan diputuskan sendiri oleh masyarakat sebagai pemiliknya. Kegiatan PRA dilaksanakan dalam suasana yang luwes, terbuka, tidak memaksa, dan informal. Situasi santai tersebut akan mendorong tumbuhnya hubungan akrab, karena orang luar akan berproses masuk sebagai anggota bukan sebagai tamu asing yang harus disambut secara protokoler. Dengan demikian suasana kekeluargaan akan dapat mendorong kegiatan PRA berjalan dengan baik.
c)      Orang luar sebagai fasilitator dan masyarakat sebagai pelaku.
Konsekuensi dari prinsip pertama, peran orang luar hanya sebagai fasilitator, bukan sebagai pelaku, guru, penyuluh, instruktur, dll. Perlu bersikap rendah hati untuk belajar dari masyarakat dan menempatkannya sebagai nara sumber utama. Bahkan dalam penerapannya, masyarakat dibiarkan mendominasi kegiatan. Secara ideal sebaiknya penentuan dan penggunaan teknik dan materi hendaknya dikaji bersama, dan seharusnya banyak ditentukan oleh masyarakat.
d)      Konsep triangulasi
Untuk bisa mendapatkan informasi yang kedalamannya dapat diandalkan, bisa digunakan  konsep triangulasi yang merupakan bentukpemeriksaan dan pemeriksaan ulang (check and recheck). Triangulasi dilakukan melalui penganekaragaman keanggotaan tim (disiplin ilmu), sumber informasi (latar belakang golongan masyarakat, tempat), dan variasi teknik.
1.      Penggunaan variasi dan kombinasi berbagai teknik PRA, yaitu bersama masyarakat bisa diputuskan variasi dan kombinasi teknik PRA yang paling tepat sesuai dengan proses belajar yang diinginkan dan cakupan informasi yang dibutuhkan dalam pengembangan program
2.      Menggali berbagai jenis dan sumber informasi, dengan mengusahakan kebenaran data dan informasi (terutama data sekunder) harus dikaji ulang dan sumbernya dengan menggunakan teknik lain.
3.      Tim PRA yang multidisipliner, dengan maksud sudut pandang yang berbeda dari anggota tim akan memberi gambaran yang lebih menyeluruh terhadappenggalian informasi dan memberi pengamatan mendalam dari berbagai sisi.
e)      Optimalisasi hasil
Pelaksanaan PRA memerlukan waktu, tenaga narasumber, pelaksana yang terampil, partisipasi masyarakat yang semuanya terkait dengan dana. Untuk itu optimalisasi hasil dengan pilihan yang menguntungkan mutlak harus dipertimbangkan. Oleh karenanya kuantitas dan akurasi informasi sangat diperlukan agar jangan sampai kegiatan yang berskala besar namun biaya yang tersedia tidak cukup.
f)         Berorientasi praktis
Orientasi PRA adalah pemecahan masalah dan pengembangan program. Dengan demikian dibutuhkan penggalian informasi yang tepat dan benar agar perkiraan yang tepat akan lebih baik daripada kesimpulan yang pasti tetapi salah, atau lebih baik mencapai perkiraan yang hampir salah daripada kesimpulan yang hampir benar.
g)       Keberlanjutan program
Masalah dan kepentingan masyarakat selalu berkembang sesuai dengan perkembangan masyarakat itu sendiri. Karenanya, pengenalan masyarakat bukan usaha yang sekali kemudian selesai, namun merupakan usaha yang berlanjut. Bagaimanapun juga program yang mereka kembangkan dapat dipenuhi dari prinsip dasar PRA yang digerakkan dari potensi masyarakat.

h)      Mengutamakan yang terabaikan
Prinsip ini dimaksudkan agar masyarakat yang terabaikan dapat memperoleh kesempatan untuk berperan dan mendapat manfaat dalam kegiatan program pembangunan. Keperpihakan pada pihak atau golongan masyarakat yang terabaikan bukan berarti bahwa golongan masyarakat lainnya (elite masyarakat) perlu mendapat giliran untuk diabaikan atau tidak diikutsertakan. Keberpihakan ini lebih pada upaya untuk mencapai keseimbangan perlakuan terhadap berbagai golongan dan lapisan yang ada di masyarakat, dengan mengutamakan golongan paling miskin agar kehidupannya dapat meningkat.
i)        Pemberdayaan (Penguatan) masyarakat
Kemampuan masyarakat ditingkatkan melalui proses pengkajian keadaan, pengambilan keputusan, penentuan kebijakan, peilaian dan koreksi terhadap kegiatan yang dilakukan. Dengan demikian masyarakat memiliki akses peluang dan kesempatan) serta memiliki kemampuan memberikan keputusan dan memilih berbagai keadaan yang terjadi. Dengan demikian mereka dapat mengurangi ketergantungan terhadap bantuan ‘orang luar’
j)        Santai dan informal
Penyelenggaraan kegiatan PRA bersifat luwes, tidak memaksa, dan informal sehingga antara orang luar dan masyarakat setempat terjalin hubungan yang akarab, orang luar akan berproses masuk sebagai anggota masyarakat. Dengan demikian kedatangan orang luar tidak perlu disambut atau dijamu secara adat oleh masyarakat dan tokohnya maupun oleh pemerintah setempat. Orang luar yang masuk harus memperhatikan  jadwal atau waktu kegiatan masyarakat, sehingga penerapan PRA tidak mengganggu kegiatan rutin masyarakat.
k)      Keterbukaan
PRA sebagai metode dan perangkat teknik pendekatan kepada masyarakat masih belum sempurna, dan belum selesai. Berbagai teknik penerapannya di dalam praktik masih terus dikembangkan dan disesuaikan dengan keadaan dan kebutuhan masyarakat setempat. Oleh karena itu berbagai pengalaman penerapan tersebut diharapkan dapat memberikan sumbangan pemi kiran untuk memperbaiki konsep dan pemikiran serta dalam merancang teknik-teknik baru sehingga sangat berguna dalam memperkaya metode ini.



5.     Struktur Program
Karena tujuan penerapan metode PRA adalah pengembangan program bersama masyarakat, penerapannya perlu senantiasa mengacu pada siklus pengembangan program. Gambaran umum siklus tersebut secara ringkas adalah sebagai berikut :
a.       Pengenalan masalah/kebutuhan dan potensi, dengan maksud untuk menggali  informasi tentang keberadaan lingkungan dan masyarakat secara umum.
b.      Perumusan masalah dan penetapan prioritas guna memperoleh rumusan atas dasar masalah dan potensi setempat.
c.       Identifikasi alternatif pemecahan masalah atau pengembangan gagasan guna membahas berbagai kemungkinan pemecahan masalah melalui urun rembug masyarakat.
d.      Pemilihan alternatif pemecahan yang paling tepat sesuai dengan kemampuan masyarakat dan sumber daya yang tersedia dalam kaitannya dengan swadaya.
e.       Perencanaan penerapan gagasan dengan pemecahan masalah tersebut secara konkrit agar implementasinya dapat secara mudah dipantau.
f.       Penyajian rencana kegiatan guna mendapatkan masukan untuk penyempurnaannya di tingkat yang lebih besar.
g.      Pelaksanaan dan pengorganisasian masyarakat sesuai dengan kebutuhan dan tingkat perkembangan masyarakat.
h.      Pemantauan dan pengarahan kegiatan untuk melihat kesesuaiannya dengan rencana yang telah disusun.
i.        Evaluasi dan rencana tindak lanjut untuk melihat hasil sesuai yang diharapkan, masalah yang telah terpecahkan, munculnya massalah lanjutan, dll.

6.     Permasalahan PRA
Meningkatnya secara cepat popularitas PRA dikhawatirkan menyebabkan sedemikian terburu-burunya menerima gagasan ini tanpa pemahaman yang cukup mendasar akan prinsip dasar yang ada yang kemudian diikuti dengan harapan yang terlalu tinggi akan keampuhan PRA. Oleh karenanya beberapa masalah yang timbul akibat merebaknya penggunaan metode PRA adalah :
a)      Permintaan melampaui kemampuan akibat metode ini dilatihkan dalam forum yang formal tanpa cukup kesempatan untuk menghayati dan mendalami prinsip yang mendasarinya.
b)      Kehilangan tujuan dan kedangkalan hasil akibat penerapan yang serampangan di lapangan tanpa tujuan yang jelas
c)      Kembali menyuluh akibat petugas tidak siap untuk memfasilitasi partisipasi masyarakat. Menjadi penganut fanatik karena tidak munculnya improvisasi dan variasi petugas untuk menggali lebih dalam permasalahan di masyarakat.
d)     Mengatasnamakan PRA untuk kegiatan yang sepotong-potong di luar konteks program pengembangan masyarakat.
e)      Terpatok waktu akibat program yang berorientasi pada target (teknis, administratif).
f)        Kerutinan yang dapat membuat kegiatan tidak hidup lagi sehingga terjebak dalam pekerjaan yang rutin dan membosankan.

7.     Teknik-Teknik PRA
Dalam perkembangannya telah banyak dikembangkan beberapa teknik PRA yang pada intinya merupakan bentuk implementasi dari metode PRA. Sudah barang tentu teknik teknik yang dikembangkan tersebut disesuaikan dengan maksud dan tujuan penerapan metode PRA sendiri, serta semestinya tidak menutup kemungkinan atau bahkan dapat disebutkan mengharuskan adanya improvisasi dan modifikasi terhadap metode PRA itu sendiri. Beberapa teknik penerapan PRA anatar lain :
a)      Tehnik Penelusuran Alur Sejarah Lokasi/Desa
adalah tehnik PRA yang dipergunakan untuk mengungkap kembali sejarah masyarakat disuatu lokasi tertentu berdasarkan penuturan masyarakat sendiri.
b)      Tehnik Pembuatan Bagan Kecenderungan dan Perubahan
adalah tehnik PRA yang dapat menggambarkan perubahan-perubahan berbagai keadaan, kejadian serta kegiatan masyarakat dari waktu ke waktu.
c)      Penyusunan Kalender Musim
adalah tehnik PRA yang memfasilitaso pengkajian kegiatan –kegiatan dan keadaan-keadaab yang terjadi berulang dalam satu kurun waktu tertentu (musim) dalam kehidupan masyarakat.
d)     Tehnik Pembuatan Peta
adalah tehnik PRA yang digunakan untuk memfasilitasi diskusi mengenai keadaan wilayah desa tersebut beserta lingkungannya.
e)      Tehnik Penelusuran Desa/Lokasi
adalah tehnik PRA untuk melakukan pengamatan langsung lingkungan dan sumber daya masyarakat, dengan cara berjalan menelsurui wilayah desa mengikuti suatu lintasan tertentu yang disepakati
f).       Pembuatan Bagan Hubungan Kelembagaan
tehnik PRA yang digunakan untuk memfasilitasi kajian hubungan antara masyarakat dengan lembaga-lembaga yang terdapat dlingkungannya .

Tahapan proses yang dikemas untuk mencapai tujuan penyelenggaraan penyuluhan pertanian PRA :
1.      RUK ( Rencana usaha Kelompok) yang diawali dengan penyusunan Profil Keluarga serta pemilihan jenis usaha potensial.  Instrumen RUK dimaksudkan sebagai sarana dan metode belajar petani dan keluarganya untuk membangun perilaku berencana dan kemampuan menyusun rencana usaha tani kelaurganya secara realistik , rasional dan berkelanjutan .
2.      RKK ( Rencana Kegiatan Kelompok) Instrumen RKK dipakai sebagai sarana dan metode belajar petani dalam mengembangkan kemampuan berorganisasi dan kerjasama antar indiividu petani dalam tatanan komunitas terkecil (kelompok) terutama dalam mengembangkan kegiatan bersama dikelompoknya untuk mendukung pengembangan usahatani keluarga para anggotanya agar lebih ekonomi efektif dan efisien.

3.      RKD ( Rencana Kegiatan Desa ) Instrumen RKD merupakan sarana dan metode belajar masyarakat petani agar mereka berkemampuan dalam berorganisasi dan membangun kerjasama antar kelompok dan jejaringan kerjasama antar kelompok dan jejaringan kemitraan usaha dengan opihak –pihak lainnya dalam satu wilayah Desa.
4.      RKPD ( Rencana Kegiatan Penyuluhan Desa ) merupakan instrumen pembelajaran petani untuk mampu merencanakan dan merumuskan kegiatan belajarnya berdasarkan kebutuhan mereka sendiri.
5.       Pelaksanaan Kegiatan Penyuluhan Pertanian yang dikelola oleh Petani
6.      Monitoring dan Evaluasi ( Monev) Partisipatif

      
           
BAB III
PENUTUP

A.    Kesimpulan
            Faktor risiko DM tipe 2 diantaranya adalah umur, berat badan berlebih atau obesitas, kurang aktifitas fisik, riwayat orang tua DM tipe 2, etnik, diabetes gestasional, hipertensi, HDL rendah, trigliserida tinggi, dan memiliki riwayat penyakit kardio vaskuler.5  Sekitar 30% penderita DM  tidak  menyadari  keberadaan  penyakitnya dan saat diagnosis ditegakkan sekitar 25% sudah terjadi komplikasi. Padahal pengelolaan dan pengontrolan yang tepat bisa meminimalisir terjadinya komplikasi.6
Tindakan yang dapat dilakukan yaitu dengan melakukan pengendalian HbA1c, glukosa darah, tekanan darah, berat badan dan profil lipid penderita serta pengelolaan penderita dengan mengajarkan perawatan mandiri dan perubahan perilaku
            Pendekatan yang dipakai untuk mengkaji keadaan wilayah kerja puskesmas sacara partisipatif, adalah 'Participatory Rural Appraisal' atau 'PRA'. PRA ini adalah 'sekumpulan teknik dan alat yang mendorong masyarakat untuk turut serta meningkatkan dan menganalisa penyakit diabetes mellitus dan pengetahuannya tentang penyakit tersebut, dan mengenai hidup sehat dan kondisi mereka sendiri, agar mereka dapat membuat rencana dan tindakan'(Chambers).  PRA mengutamakan masyarakat yang terabaikan agar memperoleh kesempatan untuk memiliki peran dan mendapat manfaat dalam kegiatan program pengembangan.